ID | EN

5 Tips Menghindari Pencurian Data Pribadi di Ecommerce

Cara terhindar dari phishing.

Di zaman yang serba online seperti sekarang ini, hampir semua orang pasti pernah berbelanja online di situs atau aplikasi e-commerce. Untuk dapat berbelanja melalui situs e-commerce biasanya Anda harus memiliki akun terlebih dulu. Dan untuk membuat akun tersebut, Anda akan diminta untuk mengisi data diri.

Anda tentu harus waspada, karena jika tidak, Anda bisa menjadi sasaran orang-orang jahat yang memanfaatkan e-commerce. Januari lalu misalnya, dua pengguna aplikasi salah satu e-commerce ternama di Indonesia melaporkan kehilangan uangnya di aplikasi tersebut. Modus pelaku yakni dengan mengirim tautan berbahaya (malware) ke kotak pesan korban di aplikasi.

Tindakan kejahatan ini biasa disebut phishing. Pelaku berusaha mendapatkan informasi pribadi korban dengan berpura-pura menjadi pihak dari e-commerce. Tahun lalu, percobaan phishing memang mengalami kenaikan hingga 65%. Selain itu, dari data Magneto IT Solution, e-commerce sering kali menjadi target. Meski begitu, ada beberapa cara agar para pengguna e-commerce dapat terhindar dari phishing.

1. Jangan sembarang mengunduh data dari pengirim yang tidak dikenal. Jika Anda mendapatkan email atau pesan asing yang tidak relevan berisi data yang dilampirkan, hindari untuk langsung mengunduhnya, karena biasanya lampiran tersebut mengandung virus.

2. Cek dulu keabsahan pengirim, karena biasanya email phising terlihat hampir sama dengan email-email pada umumnya.

3. Periksa cara penulisannya. Email phishing menggunakan bentuk penipuan yang bersifat mendesak. Teknik penulisan pada email phishing sering kali memuat banyak kesalahan dalam penulisannya (mistyped).

4. Sama seperti poin nomor satu, hindari untuk langsung membuka link yang dikirimkan dari pihak yang mencurigakan. Biasanya tautan (link) pada email phishing tidak diakui / tidak valid.

5. Dan yang tak kalah penting, rahasiakan selalu informasi pribadi Anda, dengan tidak membagikan informasi sensitif seperti kata sandi, data finansial seperti kode keamanan kartu kredit, dan data lain yang bersifat sensitif.

Scroll To Top