ID | EN

Jembatan Kota Intan, Jembatan Tua Penghubung Belanda dan Inggris

Jembatan Kota Intan, jembatan jungkit peninggalan kolonial Belanda di kawasan Kota Tua, Jakarta.

Dilihat dari konstruksi besinya, Anda mungkin bisa langsung menebak jika jembatan Kota Intan ini merupakan peninggalan Belanda. Terletak di kawasan Kota Tua, jembatan yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1600-an ini mengalami beberapa kali pemugaran dan pergantian nama.

Awalnya, jembatan berwarna merah marun ini bernama Engelse Brug atau Jembatan Inggris, dengan panjang kurang lebih 30 meter dan lebar sekitar 4 meter, befungsi untuk menghubungkan benteng VOC dengan IEC yang dipisahkan oleh Kali Besar.

photo source: jakartapanduanwisata.com

Tahun 1900-an, kembali mengalami pergantian nama menjadi Het Middelpunt Brug atau Jembatan Pusat. Sebab, semua kapal dagang yang mengangkut komoditi dari dan menuju Pelabuhan Sunda Kelapa akan dimintai biaya saat melewati jembatan ini.

Pasca kemerdekaan Republik Indonesia, nama jembatan kembali diubah menjadi Jembatan Kota Intan. Konon, nama tersebut disesuaikan dengan lokasinya, berdekatan dengan kastil Batavia bernama Bastin Diamont (Intan).

Meski tampak tua, siapa sangka jika jembatan ini memiliki daya tarik tersendiri. Di tengah-tengah bangunan bersejarah yang ada disekitarnya, jembatan peninggalan zaman kolonial ini menjadi destinasi wisata pilihan di seputar Kota Tua, Jakarta.

Pada bagian kiri tembok pilar yang terlihat kekar terdapat nomor seperti nomor rumah, “No, 21”, sangat jarang sekali ditemukan di banyak jembatan saat ini. Masih di bagian yang sama, terdapat lampu sorot cukup besar.

photo source: tripadvisor.com

Dengan adanya lampu sorot, pada malam hari, jembatan ini sangat cantik dipandang mata. Susunan kayu sebagai alat pijakannya pun masih terlihat rapi setelah mengalami beberapa kali proses pemugaran. Tidak mengherankan jika beberapa orang menjadikan jembatan ini sebagai objek untuk pre wedding.

Untuk dapat berswafoto di atas atau sekitar jembatan unik ini tidak dipungut biaya (tiket), hanya biaya parkir jika Anda membawa kendaraan pribadi. Bagi Anda yang memanfaatkan transportasi umum dapat menggunakan bus TransJakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota dan turun di halte terakhir, Kota.

Scroll To Top